Saudariku, Apa Sih Yang Menghalangimu Berhijab?



Berkembangnya dunia fashion tak lepas dari dunia fashion muslimah. Saya pribadi sih bersyukur dengan maraknya minat pasar saat ini. Soalnya dengan adanya pakaian-pakaian muslimah yang bagus-bagus itu tentu saja akan mengundang mata para wanita untuk memakainya. Tentu juga tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan hidayah banyak wanita untuk mulai menutup auratnya. 

Segala model dan warna banyak tersedia. Tinggal kita sesuaikan dengan kemampuan dan kepantasan yang ada di dalam isi dompet. Jika sudah niat ingin mentaati perintah Allah, hanya akan terasa berat diawal saja, kemudian hari pasti tubuh kita bisa menyesuaikan. Karena kita semua tahu, berhijab itu harus dilakukan secara fisik bukan hanya di dalam hati. 

Bukan hanya pakaian seperti gamis-gamis yang tersedia, berbagai jilbab juga banyak pilihan. Dari model yang ribet sampai yang simple. Segi empat atau pun jilbab instan. Semua tergantung bagaimana kita mau memakainya. Jadi berjilbab saat ini jelas jauh lebih mudah dibanding puluhan tahun yang lalu kan? Tapi kenapa masih ada yang belum berjilbab ya?

Menurut pengalaman saya sendiri ada beberapa alasan zaman dulu kenapa saya belum berjilbab, jadi plis jangan tersinggung sama artikel ini yah.

1. Nyaman menjadi alasan

Punya body tinggi langsing di usia muda adalah cobaan terberat bagi wanita. Saat berada di posisi itu, saya selalu memilih pakaian tidak selalu terbuka sih, tetapi ketat. 

2. Ikut gaya rambut yang lagi trend 

Zaman dulu tuh lagi ramai-ramainya rambut direbonding. Berasa keren aja gitu kalau ikutan punya rambut lurus. Padahal mah kalau sudah lama rambutnya malah jadi kaku.

3. Tuntutan karier

Halah. Yakali wanita kariernya menjulang beneran. Cuma kamuflase saya mah.

4. Takut susah dapat jodoh

Ada yang begini? Ada. Banyak malah. Dulu saya termasuk lho.

5. Tidak dapat izin orang tua.

Iya. Dulu almarhumah ibu saya pernah mencegah dengan alasan takutnya saya pakai cuma setahun du tahun terus dilepas lagi. Malah bikin malu jadinya.

6. Tidak mengenal Islam dengan baik

Pastinya sih lebih banyak lagi alasan-alasan lain bagi wanita yang belum pakai jilbab di luar sana. Tapi menurut saya alasan yang paling tepat dari semuanya adalah karena belum benar-benar mengenal Islam. Dari dulu mengenal Islam hanya dari dua jam satu minggu dalam pelajar sekolah. Pergi mengaji pun putus cuma sampai sekolah dasar. Ibu saya sholat tapi tidak memaksakan saya untuk melakukannya walau sering meminta saya untuk melakukannya. Begitu saya dewasa beliau akhirnya cuma bisa bilang, "biarin udah gede, dosanya ditanggung sendiri." Saking pegel liat kelakuan anaknya. 

Jadi apakah saat ini kamu merasakan hal yang sama seperti saya saat muda dulu? Saya lanjutkan lagi yah.

Begitu masuk tahun 2005 saya mulai pakai jilbab. Jilbab cantik ala ala pemain Sinetron Kiamat Sudah Dekat. Masih lepas pasang pulang. Pakai saat ke kantor sampai rumah dilepas, termasuk ke warung sebelah rumah. Iman masih kembang kempis. Maksiat masih jalan tapi terus saja pakai jilbabnya bisa jadi kalau orang lihat pasti bilang, "ih... pakai jilbab koq begitu?"

Pernah dengar hadist berikut ini?
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Itulah yang terjadi pada saya. Selalu berpikir positif kepada Allah saya percaya jika saya mendekat pada-Nya dengan berjalan, Dia akan mendekat pada saya dengan berlari. Saat saya yakin Allah sayang pada diri saya, Allah pun membuktikannya dengan memberikan saya cara untuk menjemput hidayah. 

Setelah saya menikah, Allah membukakan saya jalan untuk semakin mendekat pada-Nya. Sampai sekarang saya terus mencoba untuk belajar istiqomah dan berhijab. Menjalankan semua perintahnya serta menjauhi larangannya. Hidayah adalah nikmat terindah untuk kita, jangan hanya menunggu karena lebih baik dijemput agar kita dapat menikmatinya di saat muda, sehat dan tidak kehilangan satu apapun. 
So, lets fighting.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Saudariku, Apa Sih Yang Menghalangimu Berhijab?"

Post a Comment

Tinggalkan jejakmu di sini :)
Maaf, mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Thanks.