Nyinyir Itu Penting Ngga, Sih?


Ada yang tahu makna sebenarnya dari kata nyinyir?
Menurut kbbi, nyi·nyir artinya mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet:

Tapi faktanya???

Kata nyinyir telah mengalami pergeseran makna dari hari ke hari. Banyak yang menggunakan kata nyinyir yang seharusnya digunakan pada kata nyindir. Yang berasal dari kata menyindir, dengan kata dasar sindir.
Seperti tulisan saya saat ini. Saya sengaja menggunakan kata nyinyir yang dapat diartikan sebagai kata nyindir. Paham dong maksudnya yah.

Kenapa harus nyinyir?

A. Agar hidup kita bahagia

B. Agar hati kita plong

C. Karena fitrah kita sebagai manusia

D. Isi sendiri jawaban lainnya...

Sekian tahun main di fb, medsos inilah yang paling membuat saya berhati-hati. Karena semakin lama, frendlist saya ini semakin beragam. Saya ngga tau latar belakang teman-teman fb saya semua.

Kenyataannya fb ini kan sama dengan ruang publik. Ngga semua bisa memahami satu sama lain. Ada kalanya berpikir Status yang ini udah oke banget, paling bener, paling top di dunianya. Tapi kan kenyataannya bisa aja ngga. Mungkin ada yang lebih paham tentang masalah yang sedang saya tulis bahkan bisa saja ada yang ngga sependapat.

Nulis ini salah, share itu juga salah. Nulis tentang dunia, ada yang bilang dunia melulu. Nulis tentang agama, ada yang bilang sok ini dan itu.

Apa sih keuntungan dari nyinyir? Sama ngga dengan pilihan jawaban yang di atas?

Tapi ya terima kenyataan aja kalau dunia per-fb-an itu kejam, Kawan. Bukan cuma fb sih. Medsos lain pun sebelas duabelas. Pun grup di whatsaap.


Saya sih orangnya masih jauh dari baik. Kadang masih suka baper kalau ada postingan nyinyir yang lewat.

Misalnya ada yang nyinyirin tentang cadar. Otak saya itu langsung mencetak untaian kalimat yang ngga kalah nyinyirnya untuk membalas postingan itu. Tapi, saya buru-buru istighfar, menahan jari jemari saya agar ngga segera menuliskannya. Karena ga ada manfaatnya juga kan kalau ujung-ujungnya jadi Statuswar?

Kadang saya sering mikir begini. Kalau ada orang yang bisa maklum dengan wajah yang ber-make up tebal dan lipstik merah, kuning, hijau. Terus kenapa harus nyinyir dengan sebuah kain yang menutupi wajah, apalagi kalau kain itu berwarna hitam? Padahal kan sama aja yah, dipakainya di wajah masing-masing, bukan di wajah orang lain.

Sebenarnya fb itu bisa menjadi ajang pembelajaran juga buat kita. Tanpa harus jauh-jauh melangkah keluar rumah, kita bisa tahu karakter orang. Kalau saya sih simple aja menilainya, liat aja di Status yang dibuat. Kalau banyakan nyinyirnya, ya mending jaga jarak ajalah. Lebih baik buat diri sendiri, minimalkan biar saya ngga ketularan nyinyir juga.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nyinyir Itu Penting Ngga, Sih?"

Post a Comment

Tinggalkan jejakmu di sini :)
Maaf, mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Thanks.