Resensi Buku: Keunikan Kisah Cinta Dalam Simbiosa Alina



Resensi Buku; Keunikan Kisah Cinta Dalam Simbiosa Alina
Kolesi Pribadi



Judul buku: Simbiosa Alina
Penulis: Pringadi Abdi – Sungging Raga
Editor: M. Aan Mansyur
ISBN: 978-602-03-0297-3
Halaman: 192 Halaman; 20 cm
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 2014

Lempuyangan, stasiun kereta yang setiap sore dipadati oleh penumpang yang hendak ke Jakarta, selalu menjadi latar yang pas untuk sebuah cinta yang paling tak masuk akal sekalipun. Termasuk petang ini, ketika lampu-lampu stasiun mulai dinyalakan, sepasang kakek dan nenek itu adalah kisah yang patut untuk diceritakan, entah sebagai dongeng, atau sebagai kenyataan. Sungging Raga---Slania; Simbiosa Alina halaman 42.

Slania---kisah yang berada dalam kumpulan cerpen Simbiosa Alina ini menceritakan sebuah kisah abadi di sebuah stasiun kereta api, Lempuyangan, Jogyakarta. Slania adalah seorang nenek yang sedang menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Kisah mereka telah melegenda, yang muncul saat magrib menjelang. Membuat orang-orang menyebutnya Adam dan Hawa versi beta. Slania adalah kisah cinta yang tidak pernah terjalin dalam sebuah pernikahan selama seratus dua puluh tahun.

Orang-orang belajar menangkap cahaya, momen---tapi bukan inersia. Lengkungan jalan belum cukup 360 derajat bagi sebuah benda untuk berotasi, meski kau ada---sebagai poros. Tapi, aku tak dapat menangkapmu hari itu. Dunia tiba-tiba monochrome. Hitam dan putih. Benar dan salah. Warna pasir, warna langit, dan warna dedaunan yang hijau ditimpa matahari memudar. Pringadi Abdi---Malimbu; Simbiosa Alina halaman 97. 

Cerpen berjudul Malimbu milik Pringadi Abdi menceritakan sebuah proses percintaan Lale dan Fatih yang tidak saling memiliki. Setelah lama berpisah mereka bertemu di Malimbu. Kisah yang apik disajikan dengan unik penuh dengan susunan kalimat dan puisi romantis.

Simbiosa Alina adalah kumpulan cerita milik dua orang penulis yaitu Pringadi Abdi dan Sungging Raga. Terdiri dari dua puluh cerita pendek. Dibuka dengan cerpen Simbiosa milik Sungging Raga yang bergenre surealis dan ditutup oleh kisah Nyonya Vilda yang tak kalah unik dan menarik.
Jika kamu mengharapkan sebuah cerita cinta yang datar dan mudah dicerna, kamu tidak akan mendapatkannya dari buku ini. Cerita-cerita di dalam novel ini mengajak para pembaca untuk berpikir, mengartikan cerita berdasarkan pikirannya masing-masing.

Buku ini dibungkus dengan cover yang cantik dan menarik, kisah cinta penuh warna warni disajikan dalam tiap-tiap cerpennya dengan ending yang tidak terduga.

Saran saya, luangkan waktu yang benar-benar lapang dan juga konsentrasi penuh saat membacanya. Buku ini recomended banget bagi pecinta sastra.

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "Resensi Buku: Keunikan Kisah Cinta Dalam Simbiosa Alina"

  1. kayaknya agak berat ya cerpen2nya.. tapi pasti keren2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba Linda. Kisah cinta yang antimainstream

      Delete
  2. Nama neneknya bagus bnget mbK. Slania hhhhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihii..

      Kalah keren nama kita ama nenek-nenek ya, Rohma. Eh,

      :D

      Delete
  3. Wah isi bukunya banyak istilah astronominya ya hihi

    ReplyDelete
  4. Kayaknya cerita nenek Slania berakhir menyedihkan ya, tidak bersatu di pelaminan. Hemmm....

    ReplyDelete
  5. Nitip jejak dulu, Bund ^_^
    pasti kereen cerpen-cerpennya Pak guru :)

    ReplyDelete
  6. bukunya girly, tapi kudu mencerna banget ya mbak bacanya

    ReplyDelete

Tinggalkan jejakmu di sini :)
Maaf, mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Thanks.