Jalan Dakwah Disabilitas Tuna Rungu, Mengenalkan Keesaan Allah SWT



Assalamualaikum Wr. Wb

Teman-teman di Liga Blogger kali ini memberikan tema yang membuat saya mengangkat tema ini. Disabilititas. Kali ini saya akan membahas tentang para disabilitas tuna rungu yang aktif dalam dunia dakwah Islam.

Semua orang pasti ingin lahir dalam keadaan fisik dan mental yang sempurna. Tetapi, takdir berkata sesuai dengan kehendak-Nya. Tuna rungu yang biasa terlahir dalam keadaan tuna wicara pun memiliki kewajiban beribadah sama dengan kita yang terlahir dalam keadaan normal. Maka sudah menjadi kewajiban kita memberitahukan tentang pemahaman agama kepada mereka.

Teknologi dan juga ilmu pengetahuan semakin berkembang. Kita dapat mempelajari bagaimana cara berkomunikasi dengan menggunakan bahasa mereka. Saat ini telah ada Al-Qur'an yang dapat digunakan untuk para difabilitas tuna rungu dan tuna wicara. Tetapi, segala sesuatu yang bersifat praktek tetap menjadi kewajiban kita untuk menyampaikannya. Jangan sampai karena kekurangan fisik yang mereka miliki, mereka tidak mengenal Allah SWT, tidak tahu bagaimana cara untuk melaksanakan kewajiban seperti cara wudhu, shalat, puasa yang kewajiban lainnya.  

Di masjid Al-Azhar, Kairo, telah menyediakan ruang khusus untuk penyandang disabilitas tuna rungu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, diikuti oleh masjid-masjid lainnya di Mesir.

Di Indonesia gerakan dakwah yang mulai membidik para disabilitas tuna rungu ini mulai berkembang. Di mulai dari jamaah Pakistan yang singgah dari masjid ke masjid di Indonesia hingga akhirnya para disabilitas tuna rungu Indonesia telah berhasil berdiri sendiri meneruskan jalan dakwah bagi sesama mereka, semoga saja akan trus berkembang dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan.

Lalu bagaimana dengan kita yang sehat?
Apakah akan berdiam diri saat ada saudara kita, penyandang disabilitas tuna rungu, yang jika ditanya ada berapakah Allah dan mereka menjawab dua, tiga, empat dan seterusnya?

Tugas kita adalah menyampaikan, maka, janganlah berdiam diri.

Semoga kita selalu dalam bimbingan-Nya dan dimudahkan dalam beribadah.  

Wassalamualaikum Wr. Wb

Subscribe to receive free email updates:

33 Responses to "Jalan Dakwah Disabilitas Tuna Rungu, Mengenalkan Keesaan Allah SWT"

  1. waalaikumsalam, amin, setahu saya disediakan seorang penerjemah jadi dia saat ada ceramah agama menerjemahkannya ke bahasa isyarat.

    @guru5seni8

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sih, Mbak.. Tapi memang banyak cara orang dalam menunjukkan niat baik, entah itu melalui perantara seperti yang disebut di artikel di atas, ataupun secara langsung dengan mendatangkan penerjemah seperti yang Mbak Tya bilang. :)

      Apapun itu bentuknya, selama ada niat dan kesempatan untuk berbuatn kebaikan. Mending segera direalisasikan. Jangan kayak saya yang cuma bisa berkomentar. :(

      Sehat selalu, ya, Mbak. :)

      Delete
    2. Iya, benar ada penerjemahnya, mba Tya.

      Delete
  2. Jadi malu mbak sama tmn2 yg istimewa ini... TFS

    ReplyDelete
  3. Iya Mbak, semoga dakwah yang intens ke difabel semakin banyak dan mengena pada kelompok tersebut. Dan setahu saya, sebaran Al qur'an dengan huruf Braile Alhamdulillah sdh semakin gencar.

    @ririekayan

    ReplyDelete
  4. Aamiin, semoga para difabel yang bisa memiliki fasilitas yang layak dalam dakwahnya.
    @rin_mizsipoel

    ReplyDelete
  5. Subhanallah dengan keterbatasan bisa berdakwah, jadi malu sama diri sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, mba Ria. Karena biasanya kalau sesama tuna rungu Mereka bisa lebih intens

      Delete
  6. Aamiin.. Jangankan yg tuna rungu, yg normal saja malas beribadah.

    ReplyDelete
  7. Subhannalloh, mereka sungguh hebat. Malulah saya ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka merasa perlu menyampaikan kepada sesama penderita tuna rungu, Mak Ety

      Delete
  8. Semoga Allah memampukan kita semua untuk menapaki indahnya ladang dakwah ya

    @nurulrahma
    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  9. aamiin semoga fasilitas dalam melaksanakan dakwah para kaum difabel semakin lengkap.

    @gemaulani

    ReplyDelete
  10. jadi renungan buat kita, mereka yang memiliki keterbatasan saja mau dan rajin, masak kita nggak.

    ReplyDelete
  11. Saya kadang takjub melihat orang-orang yang khuruj fi sabilillah. Berjalan kaki dari satu masjid atau rumah ke masjid yang lain, bahkan antar kota, atau kecamatan. Tapi kadang ada saja yang nggak berkenan dengan kehadiran mereka. #loh kok nggak nyambung gini. Hehehe ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhew.. nyambung koq, mba Lis. Mereka emang pasukan khuruj. Aku dan suami juga aktivis khuruj, mba. Sekarang semua disarankan agar menguasai bahasa isyarat.

      Delete
  12. Bersyukur banget bisa lahir dengan keadaan sempurna, malu jika melenceng dari jalan Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah terlahir dengan fisik sempurna.

      Delete
  13. Jeglek, selama ini hanya mikir diri sendiri, padahal sebaik2 manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain :')

    @umimarfa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita bisa bermanfaat juga bagi yang lain Ya, Um

      Delete
  14. yuk kita berlomba-lomba menyerukan kebaikan pada siapaun tanpa pandang bulu..!!

    ReplyDelete
  15. kadang melihat mereka begitu semangat menjalani hidup. Terkadang kita malah mengeluh, bener gak sih kak?

    ReplyDelete
  16. nggak terpikir yang begini mbak. ada yang berjuang di jalur ini ya. ya Alloh, lancarkanlah.

    ReplyDelete
  17. Kalau bisa diulang, saya ingin sekolah guru anak anak disabilitas.

    ReplyDelete

Tinggalkan jejakmu di sini :)
Maaf, mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Thanks.